TRADISI MENYAMBUT RAMADHAN

24 08 2009

Ramadhan di  pulau Sumbawa

Saya pernah merasakan bulan Ramadhan di pulau Sumbawa pas waktu itu dapat tugas di pantai Maluk,walau pun jauh dari kota. Suasana Ramadhan tak kalah dengan di kota, ada tradisi yang unik yang saya lihat. Saya kos di rumah bp Ahmat. Masyarakat Sumbawa mempunyai tradisi Barantat. Yang artinya menggatar sesuatu kepada keluarga atau tetangga yang lebih tua.Dalam tradisi barantat warga yang berusia lebih muda seperti anak atau kemenakan atau cucu mengantar bahan-bahan makanan pokok atau uang. Antaran ini dimaksudkan sebagai persiapan bahan makanan pokok bagi para orang tua  sebagai penghormatan sekaligus pengabdian dari mereka yang muda kepada keluarga yang lebih tua, sekalgus memastikan para orang tua tidak kekurangan terutama bahan makanan pokok dalam bulan Ramadhan.
Tradisi ini di lakukan pada satu hingga dua hari menjelang Ramadhan. Sejak itu suasana Ramadhan mulai terasa di masyarakat Sumbawa yang masih melaksanakan tradisi ini. Kampung mulai terasa lebih semarak karena ramainya warga yang mengantar sesuatu. Tradisi barantat mengedepankan nilai gotong royong. Masyarakat Sumbawa tidak ingin melihat keluarga atau tetangganya tidak siap atau kekurangan dalam menghadapi ibadah pada bulan Suci ini. Walau pun saya bukan Muslim tetangga kanan kiri datang membawakan makanan inilah kesan saya bertugas di pulau Sumbawa yang masih asri.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: